Kasus Korupsi BTS, Anggota BPK Achsanul Qosasi Jadi Tersangka, Diduga Terima Rp40 Miliar

JAKARTA – Kejaksaan Agung (Kejagung) menetapkan anggota Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Achsanul Qosasi (AQ) sebagai tersangka kasus dugaan korupsi BTS 4G Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Jumat (3/11/2023).

Dikutip dari Tempo.co, Direktur Penyidik Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Kuntadi mengatakan, penyidik memeriksa Achsanul Qosasi pada Jumat, sejak pukul 08.00 hingga pukul 11.00 WIB, kemudian langsung ditetapkan sebagai tersangka karena diduga menerima aliran dana Rp40 miliar. Aliran dana ini diduga terkait jabatan.

“Sebagaimana kita ketahui Tim Penyidik Kejaksaan Agung telah memanggil saudara AQ selaku saksi dalam perkara adanya dugaan tindak pidana korupsi penerimaan uang sebesar kurang lebih Rp 40 miliar yang diduga terkait dengan jabatan,” kata Kuntadi di Gedung Bundar Kejagung, Jumat.

Kuntadi mengatakan, pihaknya akan menenelusuri kembali apakah uang tersebut juga digunakan dalam upaya mempengaruhi hasil audit keuangan kasus BTS.

“Alat bukti surat masih kami dalami ya, apakah uang sejumlah Rp40 miliar tersebut dalam rangka untuk mempengaruhi proses penyidikan kami atau dalam rangka untuk memengaruhi proses audit BPK,” kata Kuntadi. 

Atas dasar ini, Achsanul Qosasi disangkakan melanggar Pasal 12 Huruf B, Pasal 12 Huruf E atau Pasal 5 Ayat 1 huruf B untuk Pasal 15 Undang-undang Pasal 5 Ayat 2 huruf B Junto, Pasal 15 Undang-undang Tindak Pidana Korupsi atau Pasal 5 Ayat 1 Undang-undang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU).

Kuntadi mengatakan, Achsanul Qosasi ditahan di Rutan Salemba cabang Kejaksaan Tinggi Jakarta Selatan.

“Setelah kami periksa kesehatannya maka untuk kepentingan penyidikan yang bersangkutan kami lakukan penahanan di Rutan Salemba cabang kejaksaan negeri Jakarta Selatan,” kata Kuntadi.

Kronologi Aliran Dana

Kuntadi menjelaskan penerimaan uang sebesar Rp40 milliar oleh Achsanul Qosasi melalui tangan Sadikin Rusli yang juga telah menjadi tersangka di kasus korupsi BTS.

“Pada Tanggal 19 Juli 2022 sekitar pukul 18.50 WIB bertempat di Hotel Grand Hyatt diduga Achsanul Qosasi menerima uang sebesar Rp40 miliar dari Irwan Hermawan (IH) melalui Windi Purnama (WP) dan Sadikin Rusli (SR),” kata Kuntadi seusai pemeriksaan Achsanul Qosasi di Kejagung, Jumat.

Sebelumnya, hal yang sama juga telah diungkapkan di dalam persidangan oleh saksi mahkota kasus korupsi BTS 4G Bakti Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), Windi Purnama. Saa itu ia mengaku sempat menyerahkan uang sebesar Rp40 miliar kepada seorang bernama Sadikin. Uang itu, menurut Windi, dialirkan untuk BPK.

Windi mengatakan penyerahan dana itu merupakan perintah dari Direktur Utama Bakti Kominfo Anang Achmad Latif.

“Ada dana yang disalurkan ke BPK dan itu diberikan melalui perintah Pak Anang sebanyak Rp 40 miliar,” kata Windi Purnama saat memberi kesaksian dalam sidang Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat. Selasa, 26 September 2023.

Windi Purnama menjadi saksi mahkota untuk Anang Achmad Latif, eks Menteri Komunikasi dan Informatika Jhonny G. Plate dan Staf Ahli Human Development Universitas Indonesia Yohan Suryanto.

Windi menceritakan, dana itu disiapkan oleh Komisaris PT Solitech Media Synergy, Irwan Hermawan. Dia menyatakan mengambil uang tersebut dari bilik kabinet di kantor Irwan.

“Saya menyiapkan uangnya bersama Pak Irwan di bilik kabinet (tempat penyimpanan dana kasus dugaan korupsi BTS),” tutur Windi.

Dimasukkan kedalam tas koper, Windi mengantarkan uang tersebut dengan sopir ke parkiran Hotel Grand Hyatt.

“Saya antar dengan sopir, uangnya saya masukkan ke tas koper,” kata Windi.

Penangkapan Sadikin Rusli

Setelah diungkapkan dalam persidangan, Kejaksaan Agung mulai membidik Sadikin Rusli sebagai perantara aliran dana. Akhirnya, Kejaksaan Agung menetapkan Sadikin sebagai tersangka dalam kasus korupsi BTS Kominfo. Pihak swasta itu disangka menerima uang Rp40 miliar yang diduga disalurkan ke Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk menutup kasus korupsi BTS Kominfo.

Sadikin Rusli ditangkap dan digeledah di kediamannya yang berlokasi di Manyar Kertoarjo 8/85 RT 4/RW 11, Kelurahan Mojo, Kecamatan Gubeng, Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Sabtu 14 Oktober 2023.

Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejaksaan Agung Ketut Sumenda menyebut peran Sadikin Rusli adalah melakukan permufakatan jahat untuk melakukan penyuapan atau grafitasi atau menerima, menuasai penempatan, menggunakan harta kekayaan berupa uang sebesar Rp40 miliar dalam kasus BTS Kominfo. Uang itu diketahui atau patut diduga merupakan hasil tindak pidana dari tersangka Irwan Hermawan (IH) dan Windi Purnama (WP).

“Dia pegawai swasta. Apakah ada kaitannya dengan pihak BPK, sedang kami dalami,” kata Ketut Sumenda, Ahad, 15 Oktober 2023.

Setelah penangkapan Sadikin Rusli, Kejaksaan Agung menggelar persidangan kembali, dalam persidangan, Achsanul Qosasi masuk radar Kejaksaan Agung setelah namanya disebut dalam persidangan perkara korupsi proyek BTS. Tim penyidik mengirim surat kepada Presiden Joko Widodo agar diizinkan memeriksa Anggota III BPK itu.

Akhirnya pada Jumat, 3 November 2023. Kejaksaan Agung menetapkan Achsanul Qosasi sebagai tersangka penerima aliran dana Rp40 miliar yang dilakukan pada sekitar setahun empat bulan lalu. Tepatnya pada 19 Juli 2022 pukul 18.50 WIB bertempat di Hotel Grand Hyatt.***

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours